Penerbit Alquran, Percetakan Alquran, Alquran terjemah, Alquran tanpa terjemah, Alquran Perkata, Alquran Tajwid, Alquran untuk Wakaf, Grosir Alquran, Alquran Cantik, Alquran Muslimah, Alquran Pelangi
Login
Shopping Cart
shopping cart
News
3 Juli 2020
Jual Alquran Murah di Bandung
Jual Alquran Murah di Bandung, Jual Al Quran Dan Terjemah Bahasa Indonesia Lengkap, Toko Al Quran Dan Terjemah Indonesia Murah, Pusat Penjualan Al Quran, Tempat Beli Al Quran detail

3 Juni 2020
Jual Alquran Lengkap Penerbit Jabal
Jual Ecer & Grosir Alquran Lengkap Penerbit Jabal detail

16 Mei 2020
Jabal Tetap Buka Sampai Tanggal 21 Mei 2020
Penerbit Jabal Tetap Buka di Ramadhan Tahun 1441H detail

30 April 2020
Jadi Imam di Rumah? Gunakan Al-Quran Besar Al-Hikmah A4
Gunakan Al-Quran Al-Hikmah Ukuran A4 detail

» index berita
Others

Tafsir Alquran: al-Baqarah Ayat 155-156 | Menghadapi Pandemi Corona


26 Maret 2020

Musibah Corona mendesak ummat Islam di dunia tuk melaksanakan semua kegiatannya dari rumah. Belajar dari rumah, kerja dari rumah, bahkan ibadah pun di rumah.  

Dalam situasi serba tak biasa ini, kita seolah diingatkan untuk menjaga jarak dengan kerumunan. Semua dilakukan semata-mata  “demi menjaga keselamatan”.

Itu adalah insting pertama umat manusia sebagai respon dalam menghadapi musibah seperti pandemi Corona.

Inilah ujian pertama yang disebutkan dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 155-156.

ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين # الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (Q.S. al-Baqarah [2]: 155-156).

Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah, Ibn Asyur menyebutkan bahwa term syay’ adalah sebuah bagian kecil dari entitas yang lebih besar. Syay’, maka dengan kata lain, boleh disebut dengan “ujian yang sedikit” saat seseorang dihadapkan dengan rahmat Tuhan yang begitu luasnya (Quraish Shihab, 2005: 364-367).

Ayat 153 meminta orang-orang mukmin untuk memohon pertolongan kepada Tuhan dengan cara bersikap sabar dan melaksanakan shalat.

Konsekuensinya, apapun jenis cobaan sebagai uraian dari kata syay’ adalah bentuk tahqir (pengecilan) dari hikmah yang terdapat dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 153, yakni isti’anah (keterkaitan permintaan pertolongan) antara Allah dan hambanya. 

Lebih jauh, bentuk tahqir tersebut merupakan respon al-Quran sebagai koreksi atas sikap umum manusia yang menumpahkan seluruh reaksi emosionalnya terhadap cobaan itu sendiri. Dalam pengertian ini, demikian kata Prof. Quraish, maka ujian yang sebenarnya adalah bagaimana respons manusia itu sendiri. Bagi beliau, ujian terbesarnya adalah justru kegagalan manusia dalam bersikap atas cobaan tersebut (Quraish Shihab, 2005: 365).

Salah satu ujian yang coba di-tahqir (perkecil) adalah khauf. Term ini merujuk pada makna ketakutan. Ibn Asyur melukiskan rasa takut ini dengan respon emosional umat islam manakala terlibat konfrontasi dengan orang-orang Makah di masa awal hijrah (ibn Asyur, Juz 2, 1984: 54).

Sementara, as-Samarqandi dalam Bahr al-ulum menyebutkan rasa takut ini adalah histeria yang menimpa umat Islam dalam perang Khandaq (as-Samarqandi, Juz 1,  1993: 169). Lha gimana, menyadari jumlah umat Islam yang tidak seberapa, lalu konsolidasi politik dan militer yang sangat singkat, serta sumber daya ekonomi yang masih rendah dibandingkan dengan yang dimiliki rival di Makah tentu saja menimbulkan histeria ketakutan yang berlebihan (Fakhruddin ar-Razi, Juz 4, 1981: 165).

Dari as-Samarqandi, sekurang-kurangnya kita bisa melihat bahwasanya yang disebut sebagai bentuk ujian bukanlah kecilnya jumlah umat Islam atau sedikitnya persediaan senjata dan makanan akibat embargo dalam perang Khandaq, melainkan rasa takut. Dan, rasa takut inilah yang justru akan menghalangi relasi antara manusia dengan Tuhannya.

Wabah corona tentu membawa kita pada histeria yang kurang lebih sama. Rasa takut ini terbukti menciptakan gejolak dan respons sosial yang sangat tidak teduh. Bayangkan saja, para otak kapitalis memborong komoditas potensial secara membabi buta; masker, hand sanitizer , bahan pokok dan lain semacamnya. Demikian halnya dengan sejumlah politisi yang memanfaatkan pandemi ini untuk mencari panggung. Tak mau kalah, sebagian agamawan dan pendakwah justru memanfaatkan ketakutan masyarakat untuk menggaet jamaah.

Maka, sebagai hamba yang daif, tidak ada salahnya untuk kita menguatkan kembali hikmah yang didengungkan Q.S. al-Baqarah [2]: 153, yakni al-isti’anah.

Ringkasnya, agar supaya tidak menjadi umat yang pasif-fatalis atau aktif-gegabah dalam menghadapi  pandemi Corona, maka mari bersama meminta pertolongan kepada Tuhan dengan cara yang elegan cum kaffah, yakni tidak saja menggalakkan upaya lahiriah, tetapi juga mengetuk pintu langit lewat doa.

Yang ahli silakan bicara dan bertindak dari sisi teknis, sedangkan yang tidak ahli, lebih baik bicara dan bertindak dengan bahasa kemanusiaan. Virus Corona bukan lagi mainan kanak-kanak. 


Penerbit alquran, penerbit jabal, grosir alquran, alquran murah di bandung, percetakan alquran, rumah alquran



Baca juga
  » 3 Juli 2020
Jual Alquran Murah di Bandung
Jual Alquran Murah di Bandung, Jual Al Quran Dan Terjemah Bahasa Indonesia Lengkap, Toko Al Quran Dan Terjemah Indonesia Murah, Pusat Penjualan Al Quran, Tempat Beli Al Quran

  » 3 Juni 2020
Jual Alquran Lengkap Penerbit Jabal
Jual Ecer & Grosir Alquran Lengkap Penerbit Jabal

  » 16 Mei 2020
Jabal Tetap Buka Sampai Tanggal 21 Mei 2020
Penerbit Jabal Tetap Buka di Ramadhan Tahun 1441H

  » 30 April 2020
Jadi Imam di Rumah? Gunakan Al-Quran Besar Al-Hikmah A4
Gunakan Al-Quran Al-Hikmah Ukuran A4

  » 28 April 2020
Ramadhan? Baca Quran Bareng Keluarga di Rumah!
Gunakan kesempatan berkumpul dengan keluarga untuk tilawah quran bersama keluarga di rumah

Others
Search
Search:
Product Scroller
Information
Pembayaran
BCA

No. Rekening BCA 2830344953

a.n. Hendra Setiawan