Penerbit Alquran, Percetakan Alquran, Alquran terjemah, Alquran tanpa terjemah, Alquran Perkata, Alquran Tajwid, Alquran untuk Wakaf, Grosir Alquran, Alquran Cantik, Alquran Muslimah, Alquran Pelangi
Login
Shopping Cart
shopping cart
News
18 September 2020
Ayat-ayat Pilihan untuk Dihafal
Ayat-ayat pilihan ini bisa berisi doa-doa yang ada dalam Al-Qur'an detail

19 Agustus 2020
Buku Kumpulan Hadits Bukhori Muslim Lengkap
Shahih Bukhori Muslim detail

13 Agustus 2020
Toko Alquran Terlengkap di Bandung
Harga Buku dan Alquran di Toko Alquran Jabal detail

3 Juli 2020
Jual Alquran Murah di Bandung
Jual Alquran Murah di Bandung, Jual Al Quran Dan Terjemah Bahasa Indonesia Lengkap, Toko Al Quran Dan Terjemah Indonesia Murah, Pusat Penjualan Al Quran, Tempat Beli Al Quran detail

» index berita
Others

Kenapa Kata-kata dalam Alquran Banyak Diulang? Ini Penjelasannya


3 Oktober 2018

Di dalam Alquran, terdapat ayat-ayat yang dalam penyebutannya diulang dua kali atau bahkan berkali-kali. Pertanyaannya kemudian, apa fungsi di balik pengulangan tersebut? Penerbit Alquran

Berikut penjelasannya:

Secara bahasa, kata at-tikrar ( التكرار ) merupakan masdar dari kata ” كرر ” yang berarti mengulang atau mengembalikan sesuatu berulangkali. Secara istilah, Ibnu Atsir mengartikan al-tikrar sebagai sebuah lafadz yang menunjukkan kepada suatu makna dengan berulang-ulang. Penerbit Alquran

Sedangkan Ibnu Naqib mengartikan at-tikrar sebagai sebuah lafadz yang keluar dari seorang pembicara, kemudian mengulanginnya dengan lafadz yang sama, baik lafadz yang diulanginya tersebut semantik dengan lafadz yang dikeluarkan maupun tidak, atau ungkapan tersebut hanya dengan maknanya bukan dengan lafadz yang sama.

Dari pengertian tersebut, kiranya dapat disimpulkan bahwa pengulangan redaksi kalimat atau ayat dalam Alquran sebanyak dua kali atau lebih, baik itu terjadi pada lafal maupun maknanya dengan tujuan dan alasan tertentu, secara sederhana disebut dengan at-tikrar. Penerbit Alquran

Secara umum, at-tikrar (pengulangan) dapat dibagi menjadi dua macam. Pertama, at-ikrar al-lafdzi (pengulangan lafadz), yaitu pengulangan redaksi dalam Alquran baik berupa pengulangan huruf, pengulangan kata, maupun pengulangan ayat. Kedua, at-tikrar al-ma’nawi (pengulangan makna), yaitu pengulangan redaksi dalam Alquran yang lebih menitikberatkan pada makna atau maksud dan tujuan tertentu.

Lebih lanjut, Imam Suyuti memaparkan dalam karyanya berjudul al-Itqan fi ‘ulum Alquran, setidaknya terdapat empat fungsi berkaitan dengan penggunaan at-tikrar dalam Alquran. Penerbit Alquran

Pertama, sebagai Taqrir (penetapan)

Dikatakan, تَقَرَّرَ تَكَرَّر إِذَا الكَلَامُ artinya “perkataan jika terulang berfungsi menetapkan”. Maka pengulangan dalam hal tersebut dapat menjadi satu ketetapan yang berlaku. Sebagaimana firman-Nya :

قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ شَهِيدٌ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا الْقُرْآنُ لِأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللَّهِ آلِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُلْ لَا أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ

Artinya: Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah”. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui”. Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”. (Q.S Al-An’am: 19). Penerbit Alquran

Pengulangan pada ayat tersebut, terletak pada kata “Qul” (katakanlah). Kata tersebut merupakan jawaban atas pertanyaan sebelumnya, fungsinya sebagai penetapan kebenaran bahwasanya tidak adanya Tuhan (sekutu) apapun selain Allah.

Kedua, sebagai Ta’kid (penegasan) dan Ziadah At-Tanbih (menuntut perhatian lebih)

Imam Suyuti berpandangan bahwa penekanan dengan menggunakan pola tikrar setingkat lebih kuat dibanding dengan bentuk ta’kid. Beliau beralasan bahwa tikrar terkadang mengulang lafal yang sama, sehingga makna yang dimaksud lebih mengena. Selain itu, tikrar berfungsi untuk memberikan perhatian lebih. Sebagaimana firman-Nya:

وَقَالَ الَّذِي آمَنَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُونِ أَهْدِكُمْ سَبِيلَ الرَّشَادِ

يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ

Artinya : Orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. (Q.S Al-Mu’min: 38-39)

Pengulangan kata “ya qaumi” (hai kaumku) pada kedua ayat tersebut, mempunyai kaitan dalam hal maknanya yaitu mengandung panggilan yang berulang-ulang. Fungsinya untuk memperjelas dan memperkuat peringatan yang terkandung dalam ayat tersebut. Penerbit Alquran

Ketiga, sebagai Tajdid Li’ahdihi (Pembaruan terhadap penyampaian yang telah lalu)

Ketika terdapat redaksi yang terlalu panjang lebar dan bertele-tele serta dikhawatirkan pendengar menjadi lupa terhadap redaksi yang pertama, maka diulangilah redaksi tersebut untuk kedua kalinya. Fungsinya tidak lain untuk menyegarkan kembali ingatan para pendengar. Sebagaimana firman-Nya:

لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi. Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S An-Nahl : 109-110).

Pengulangan pada ayat tersebut, terletak pada kata “inna rabbaka” (sesungguhnya Tuhanmu), fungsinya untuk mengingatkan atau mengembalikan pada inti perkataan yang sebelumnya telah terpisah oleh perkataan yang lain. Penerbit Alquran

Keempat, sebagai Ta‘zhim (menggambarkan agung dan besarnya satu perkara).

Ketika menggambarkan besarnya suatu hal, maka diulangilah redaksi tersebut. Sebagaimana pemberitaan tentang hari kiamat dalam firman-Nya :

الْقَارِعَةُ مَا الْقَارِعَةُ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ

Artinya : Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu?. Tahukah kamu pakah hari kiamat itu? (Q.S Al-Qari’ah: 1-3) Penerbit Alquran

Pengertian pada ayat tersebut, terletak pada kata “al-qari’ah” (hari kiamat), fungsinya memberikan pengertian bahwa kiamat adalah suatu kejadian yang besar dan termasuk perkara yang agung.

Wallahu A’lam



Baca juga
  » 18 September 2020
Ayat-ayat Pilihan untuk Dihafal
Ayat-ayat pilihan ini bisa berisi doa-doa yang ada dalam Al-Qur'an

  » 19 Agustus 2020
Buku Kumpulan Hadits Bukhori Muslim Lengkap
Shahih Bukhori Muslim

  » 13 Agustus 2020
Toko Alquran Terlengkap di Bandung
Harga Buku dan Alquran di Toko Alquran Jabal

  » 3 Juli 2020
Jual Alquran Murah di Bandung
Jual Alquran Murah di Bandung, Jual Al Quran Dan Terjemah Bahasa Indonesia Lengkap, Toko Al Quran Dan Terjemah Indonesia Murah, Pusat Penjualan Al Quran, Tempat Beli Al Quran

  » 3 Juni 2020
Jual Alquran Lengkap Penerbit Jabal
Jual Ecer & Grosir Alquran Lengkap Penerbit Jabal

Others
Search
Search:
Product Scroller
Information
Pembayaran
BCA

No. Rekening BCA 2830344953

a.n. Hendra Setiawan