Penerbit Al Quran,Percetakan al Quran,al Quran terjemah,al Quran tanpa terjemah,Al Quran Perkata,Al Quran Tajwid,Al Quran untuk Wakaf
Login
Shopping Cart
shopping cart
News
26 Maret 2019
Mengapa Kita Harus Belajar Ilmu Tafsir al-Qur’an?
Alasan mengapa sebaiknya seorang muslim memperlajari tafsir Al-Quran, minimal membacanya. detail

25 Maret 2019
Hukum Melupakan Hafalan Alquran Karena Lalai
Bagaimana hukumnya apabila melupakan ayat-ayat yang sudah hafal karena lalai? detail

21 Maret 2019
4 Kategori Contoh Syirik dalam Al-Quran
Apa saja 4 kategori syirik dalam Al-Quran? detail

20 Maret 2019
Al-Quran Wakaf Sampai di Palu
Alquran Wakaf Penerbit Jabal untuk Korban Bencana Palu Sudah Sampai Lokasi detail

» index berita
Others
Others
Others

Berikut ini Batasan-Batasan Shalat Dhuha | Penerbit Quran


26 Desember 2018

Shalat dhuha merupakan salah satu salat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam. | Penerbit Alquran

Shalat dhuha dilaksanakan sebagai salah satu bentuk sedekah bagi organ tubuh sebagaimana disebutkan dalam hadist berikut, “Setiap pagi, setiap ruas anggota tubuh kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih yaitu sedekah, setiap tahmid yaitu sedekah, setiap tahlil yaitu sedekah, setiap takbir yaitu sedekah, menyuruh kepada kebaikan yaitu sedekah, dan melarang berbuat munkar yaitu sedekah. Semua itu sanggup diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim) | Penerbit Alquran

Sedangkan dari Abu Buraidah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dalam diri insan terdapat 360 ruas tulang, wajib bagi semua orang untuk mensedekahi setiap ruas tulangnya.” Para sobat bertanya: “Siapakah yang bisa melaksanakan hal itu, wahai Nabi Allah?” Beliau bersabda: “Menutupi ludah di masjid dengan tanah, menyingkirkan sesuatu dari jalan (bernilai sedekah). Jika kau tidak bisa menerima amalan tersebut maka dua rakaat Dhuha menggantikan (kewajiban)mu.” (HR. Abu Daud)

Tak hanya itu, shalat dhuha juga sanggup menjadi sarana bagi umat Islam untuk memohon fasilitas rezeki. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist berikut ini, “Shalat dhuha itu mendatangkan rezeki dan menolak kemiskinan dan tidak ada yang memelihara salat kecuali hanya orang-orang yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi) | Penerbit Alquran

Shalat dhuha sanggup dilaksanakan mulai dari pagi hari sampai sebelum datangnya adzan dhuhur. Meskipun demikian, umat Islam hendaknya lebih berhati-hati biar tidak melaksanakan salat dhuha di waktu-waktu yang diharamkan. Lalu sebenarnya kapan saja waktu-waktu diharamkannya pelaksanaan salat dhuha?

Pertama, waktu yang diharamkan untuk melaksanakan shalat dhuha yaitu ketika sehabis shubuh sampai matahari terbit. Tepatnya yaitu sekitar pukul 06.00 sampai pukul 07.30 pagi, waktu ini bisa berubah tergantung kesesuaian dengan waktu terbitnya matahari.

Dari Ibnu Abbas berkata, “Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata bekerjsama Nabi SAW melarang salat sehabis shubuh sampai matahari bersinar, dan sehabis ashar sampai matahari terbenam.” (HR. Bukhari)

Kemudian dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha (pada waktu yang belum begitu siang), maka ia berkata, “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa salat dhuha pada selain saat-saat mirip itu yaitu lebih utama. Karena sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Salatnya orang-orang yang kembali kepada Allah yaitu pada waktu belum dewasa unta sudah bangkit dari pembaringannya alasannya tersengat panasnya matahari.” (HR. Muslim)

Sedangkan dari Ibnu Umar berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah (jangan melakukan) shalat sampai matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan melakukan) shalat sampai matahari terbenam’.” (HR. Bukhari).

Selanjutnya waktu kedua yang diharamkan untuk melaksanakan shalat dhuha yaitu ketika memasuki dzuhur sampai tergelincirnya matahari. Tepatnya mulai pada sekitar pukul 11.30 sampai pukul 12.15 (tergantung waktu tergelincirnya matahari). | Penerbit Alquran

Demikianlah dua waktu dimana salat dhuha menjadi haram untuk dilakukan. Yaitu pada ketika shubuh sampai matahari terbit tepatnya pukul 06.00 sampai pukul 07.30 pagi. Kemudian waktu yang kedua yaitu ketika memasuki dzuhur sampai tergelincirnya matahari, tepatnya pukul 11.30 sampai pukul 12.15. Sebab pada ketika itu setan sedang mengikuti waktu-waktu tersebut. | Penerbit Alquran

Wallahu a’lam.



Baca juga
  » 26 Maret 2019
Mengapa Kita Harus Belajar Ilmu Tafsir al-Qur’an?
Alasan mengapa sebaiknya seorang muslim memperlajari tafsir Al-Quran, minimal membacanya.

  » 25 Maret 2019
Hukum Melupakan Hafalan Alquran Karena Lalai
Bagaimana hukumnya apabila melupakan ayat-ayat yang sudah hafal karena lalai?

  » 21 Maret 2019
4 Kategori Contoh Syirik dalam Al-Quran
Apa saja 4 kategori syirik dalam Al-Quran?

  » 20 Maret 2019
Al-Quran Wakaf Sampai di Palu
Alquran Wakaf Penerbit Jabal untuk Korban Bencana Palu Sudah Sampai Lokasi

  » 14 Maret 2019
Empat Tanda Orang yang Beruntung
Tips supaya menjadi mukmin yang beruntung

Others
Search
Search:
Product Scroller
Information
Pembayaran
BCA

No. Rekening BCA 2830344953

a.n. Hendra Setiawan


Testimonial
akhwat
Quran bagus,harga tidak mahal.recomended

dini noviyanti
[URL]
Saya sudah membeli beberapa jenis Al-Quran di Penerbit Jabal. Saya merasa puas karena kemasan dan isinya menarik, khususnya bagi saya sebagai muslimah.

» lihat testimonial
» isi testimonial
USD Calc
US$ x Rp. 11,500 =
Rp.