Tanda-Tanda Amal Ibadah Puasa Ramadan Kita Diterima Allah

Penerbit Alquran – Bulan suci telah berlalu, adakah tanda-tanda amal ibadah puasa ramadan kita diterima allah? Para ulama salaf telah merumuskan parameter yang jelas mengenai tanda amal diterima allah, yang bukan diukur dari seberapa banyak air mata yang menetes saat malam takbiran, melainkan dari bagaimana cara menjaga iman setelah ramadan agar istiqomah beribadah tetap menyala di bulan-bulan berikutnya.

Untuk mengetahui apakah “madrasah” Ramadan kita berhasil atau gagal, para ulama memberikan tiga tolok ukur utama yang bisa kita evaluasi pada diri sendiri:

  • Lahirnya kebaikan baru setelah bulan puasa berakhir (konsistensi amal).
  • Munculnya rasa takut (khauf) dan cemas jika ibadahnya tertolak.
  • Hati yang semakin sensitif dan menjauh dari perbuatan maksiat.

Baca Juga Artikel: 7 Sunnah Sebelum Berangkat Shalat Idul Fitri Sering Terlupakan

Mengapa Kita Perlu Mengetahui Tanda Amal Diterima Allah?

Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah berpesan dengan sangat tegas;

“Jadilah kalian lebih peduli terhadap diterimanya amal daripada amal itu sendiri. Tidakkah kalian mendengar firman Allah: ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa’ (QS. Al-Maidah: 27).”

Pesan ini menampar kesadaran kita bahwa euforia Idul Fitri tidak boleh membuat kita merasa aman. Banyak orang yang rajin shalat malam dan bersedekah di bulan puasa, namun amalannya hancur karena riya (ingin dipuji) atau tidak diiringi dengan ketakwaan yang hakiki. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda amal ibadah puasa Ramadan kita diterima Allah adalah bentuk evaluasi diri (muhasabah) tertinggi agar kita terus memperbaiki kualitas ibadah.

Ciri Ibadah Puasa Diterima: Istiqomah Beribadah di Bulan Syawal

Tanda pertama dan paling utama dari diterimanya sebuah ketaatan adalah lahirnya ketaatan berikutnya. Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hambali menjelaskan bahwa balasan dari sebuah kebaikan adalah kebaikan setelahnya.

Jika seseorang segera menyambung puasanya dengan melaksanakan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal, menjaga shalat jamaah di masjid seperti saat tarawih, dan tetap merutinkan tilawah Al-Qur’an, maka itu adalah ciri ibadah puasa diterima. Sebaliknya, jika tanggal 1 Syawal menjadi garis finish berakhirnya segala ibadah dan ia kembali ke kebiasaan buruknya, maka itu adalah tanda bahaya bahwa puasanya belum berbekas di dalam jiwa.

Tanda Amal Ibadah Puasa Ramadan Kita Diterima: Timbulnya Rasa Takut (Khauf)

Mungkin terdengar paradoks, namun tanda amal ibadah puasa Ramadan kita diterima Allah justru ditandai dengan perasaan tidak puas dan takut amalannya kurang sempurna.

Hal ini direkam dengan indah ketika Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai makna Surah Al-Mu’minun ayat 60 tentang orang-orang yang hatinya bergetar ketakutan. Aisyah bertanya, “Apakah mereka orang yang meminum khamr dan mencuri?” Rasulullah SAW menjawab, “Bukan, wahai putri As-Siddiq. Mereka adalah orang-orang yang berpuasa, mendirikan shalat, dan bersedekah, namun mereka takut amalannya tidak diterima.” Orang yang beriman tidak pernah merasa ujub (bangga diri) dengan tumpukan amalannya.

Menjauhi Kemaksiatan Sebagai Bukti Cara Menjaga Iman Setelah Ramadan

Bukti paling valid dari takwa adalah kemampuan seseorang menahan diri dari godaan maksiat. Jika setelah Ramadan lisan kita lebih terjaga dari ghibah (menggunjing), mata lebih tertunduk dari tontonan yang haram, dan harta lebih bersih dari hal syubhat, itulah cara menjaga iman setelah ramadan yang sesungguhnya.

Salah satu rujukan literatur Islam terbaik yang direkomendasikan para ulama untuk menjaga keistiqamahan hati dan akhlak sehari-hari adalah kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi.

Artikel Lainnya: 5 Alasan Keluarga Muslim Harus Memiliki Buku Riyadhus Shalihin

Informasi Buku Riyadhus Shalihin Penerbit Jabal

Miliki panduan adab, akhlak, dan motivasi ibadah di rumah Anda agar semangat Ramadan tidak pernah padam. Berikut adalah detail kitab original dari Penerbit Jabal yang bisa Anda miliki:

Spesifikasi ProdukDetail Keterangan Kitab
Nama BukuRiyadhus Shalihin
PenulisImam Nawawi
PenerbitPenerbit Jabal
Harga ResmiRp 160.000

Jangan biarkan ibadah Anda terputus di bulan Ramadan. Rawatlah iman Anda setiap hari dengan membaca hadis-hadis pelembut jiwa.

Peluang Mitra Usaha: Kami juga mengajak Anda untuk menjadi mitra (reseller, dropshipper, atau agen) untuk memasarkan buku-buku Islam dan Al-Qur’an terbitan Penerbit Jabal dengan harga yang jauh lebih murah.

Pesan Buku Ringkasan Shahih Muslim atau Daftar Mitra:
Admin WhatsApp 1: 0878 2408 6365
Admin WhatsApp 2: 0853 1512 9995

This image has an empty alt attribute; its file name is whatsapp.png
penerbit alquran custom
Link Populer

Blog

Katalog

Reseller

Kontak

Penerbit Jabal

Jl. Desa Cipadung No.47, RT.3/RW.4, Cipadung, Kec. Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614